Untuk mendeteksi kerusakan komputer, seorang teknisi sebelumnya harus mengetahui proses start up komputer. Mulai komputer mendapatkan power sampai komputer bisa berhasil booting ke sistem... Mendeteksi Kerusakan Komputer

Untuk mendeteksi kerusakan komputer, seorang teknisi sebelumnya harus mengetahui proses start up komputer. Mulai komputer mendapatkan power sampai komputer bisa berhasil booting ke sistem operasi. Karena hal tersebut dapat membantu teknisi untuk menentukan jenis kerusakan pada komputer. Singkatnya, berikut dibawah ini proses boot sistem komputer :

  1. PC power supply ON, maka monitor, keyboard dan lampu pada casing akan berkedi.
  2. BIOS, monitor akan memunculkan informasi Versi Bios, serta informasi dari perangkat keras yang terpasang.
  3. Sistem Operasi, akan memunculkan logo dari sistem operasi yang digunakan.
  4. Komputer pun siap untuk digunakan.

Ketika komputer baru pertama kali dinyalakan, ada beberapa jenis motherboard yang memberikan pesan suara yang sering di sebut beep. Setiap jenis BIOS dan motherboard memiliki makna yang berbeda-beda dari setiap pesan yang muncul. Namun hampir seluruh motherboard akan memberikan pesan suara satu kali ketika memang tidak ada kegagalan dalam proses start up.

Ketika komputer mengalami kegagalan dalam proses, ada dua hal yang harus di perhatikan sebelum melakukan tindakan perbaikan. Karena kerusakan komputer bisa diakibatkan menjadi dua faktor, faktor kesalahan dari perangkat lunak, ataukah karena faktor dari kesalahan atau kerusakan perangkat keras. Karena terkadang akan keliru dalam menganalisa karena pesan error yang memang menyatakan salah satu perangkat keras yang rusak, padahal hal tersebut diakibatkan dari kesalahan dalam konfigurasi software.

  1. Kerusakan/ kesalahan software

  • Kesalahan pengaturan BIOS

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa kesalahan konfigurasi dapat mengakibatkan teknisi keliru dalam melakukan analisa. Contoh : kesalahan konfigurasi pada Hard disk . Maka sistem akan memberikan pesan bahwa hard disk tidak terbaca. Terkadang hal tersebut akan menyesatkan teknisi dalam melakukan tindakan analisa dan perbaikan. Jika menemukan hal tersebut, disarankan untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap konfigurasi.

  • Kegagalan file sistem

Diperlukan empat dokumen file startup komputer ketika start, yaitu: Command.com, IO.SYS, MSDOS.SYS, Drvspace.bin. Jika salah satu file ini rusak, akan menimbulkan pesan seolah-olah hard disk rusak dan sistem tidak dapat dimulai. Untuk kasus seperti ini, disarankan untuk melakukan format ulang pada salah satu partisi atau keseluruhan hard disk.

  • Kegagalan Inisialisasi file

Windows pada saat boot akan membaca enam dokumen yaitu : “Autoexec.bat”, “Config”, “system.ini”, “Win.ini”, “User.dat”, “System.dat”. Namun, jika terjadi kegagalan dalam pembacaan file-file tesebut, maka komputer akan mengalami kegagalan untuk start sistem operasi. Dokumen-dokumen ini sangat sulit untuk diembalikan, sehingga kebanyakan orang langsung install ulang ketika file ini bermasalah.

  • Ketika muncul pesan kesalahan dilayar saat windows start awal muncul, sebagian besar kerusakan tersebut diakibatkan oleh perangkat lunak, konflik antar program atau masalah driver yang tidak kompatibel.

  1. Kerusakan Hardware

Sebelum melakukan tindakan perbaikan atau pergantian pada hardware yang dianggap bermasalah, lebih baik lakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada konektor atau port tempat hardware tersebut dipasangkan. Karena sistem komputer saat ini belum bisa membedakan mana hardware yang benar-benar rusak, ataukah hanya karena diakibatkan dari pemasangan hardware yang tidak baik. Berikut dibawah ini beberapa kerusakan hardware yang sering muncul.

  • VGA

Ketika power supply berjalan dengan baik, motherboard pun memberikan pesan suara yang menandakan proses booting berhasil, namun pada layar tidak menampilkan apapun, sudah bisa dikatakan kalau hal tersebut diakibatkan kerusakan atau kesalahan ada pada bagian VGA.

  • Battery CMOS

Tidak baiknya kondisi bateri CMOS dapat mengakibatkan adanya kesalahan dalam sistem. Tanda-tandanya bisa berupa, Time and Date yang selalu tidak sesuai.

  • Memori RAM

Apabila Kerusakan atau kesalahan dalam pemasangan RAM, biasanya akan ditandai oleh adanya suara beep yang berkepanjangan (continues beep), terutama aplikasi BIOS yang bernama “AWARD BIOS”. Kerusakan atau kesalahan RAM pun bisa mengakibatkan komputer gagal booting.

  • Processor

Kegagalan proses start up juga bisa diakibatkan oleh permasalahan pada Processor. Bahkan jika kerusakan benar-benar diakibatkan oleh Processor, maka komputer tidak akan hidup sama sekali. Untuk mendeteksi apakah Processor rusak atau tidak, bisa dilakukan dengan cara mencabut heatsink Processor, lalu nyalakan komputer. Jika Processor menghasilkan panas, maka Processor masih dalam kondisi baik. Namun jika processor tidak menghasilkan panas, maka bisa dipastikan bahwa processor mengalami kerusakan.

Please follow and like us:

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial